Dashboard Statistik Kebudayaan, Pariwisata dan Ekraf Jawa Timur Klik Disini ya!

Direct Promotion Pariwisata Jawa Timur di Bali 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,3 Miliar

BALI – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan Direct Promotion Pariwisata Jawa Timur di Provinsi Bali Tahun 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat pemasaran pariwisata, memperluas jejaring industri, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Jawa Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan di Harris Hotel & Residences Sunset Road, Denpasar, pada 20 Mei 2026 tersebut menjadi ruang pertemuan antara pelaku industri pariwisata Jawa Timur dengan pelaku industri pariwisata di Bali selaku buyer . Melalui forum ini, berbagai potensi destinasi, atraksi budaya, event, kuliner, ekonomi kreatif, serta paket perjalanan unggulan Jawa Timur diperkenalkan secara langsung kepada mitra potensial.

Direct Promotion Pariwisata Jawa Timur di Bali 2026 juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong promosi pariwisata yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada tindak lanjut. Selain memperkenalkan potensi daerah, kegiatan ini diarahkan untuk membuka peluang kerja sama antara seller dan buyer, khususnya dalam pengembangan paket wisata lintas daerah yang menghubungkan Jawa Timur dengan Bali, DIY, dan wilayah potensial lainnya.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, Direct Promotion Pariwisata Jawa Timur di Bali 2026 mencatat potensi transaksi sebesar Rp2.301.714.000. Nilai tersebut menjadi salah satu gambaran awal adanya peluang kerja sama bisnis dari pertemuan antara pelaku industri pariwisata Jawa Timur dengan mitra yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A., yang dalam kesempatan ini diwakili Ali Afandi, S.Pd., M.T, selaku Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Parekraf, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemasaran pariwisata antardaerah, khususnya antara Jawa Timur, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pariwisata saat ini berada dalam fase transformasi yang sangat dinamis. Tren global menunjukkan adanya pergeseran minat wisatawan ke arah pengalaman yang lebih personal, berbasis minat khusus, berkelanjutan, sehat, serta didukung oleh digitalisasi dan perubahan pola distribusi produk wisata. Karena itu, Jawa Timur terus mendorong pengembangan produk wisata yang lebih beragam dan berkualitas.”

Menurutnya, penguatan promosi Jawa Timur tidak hanya bertumpu pada destinasi ikonik seperti Bromo dan Ijen, tetapi juga mencakup desa wisata, wisata budaya, wisata minat khusus, wisata ramah muslim, serta integrasi dengan ekonomi kreatif.

“Kegiatan Direct Promotion ini menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui pertemuan langsung antara seller dan buyer dalam skema business to business (B2B), kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang transaksi, kurasi produk, serta penyesuaian paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Jawa Timur, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah dengan karakter destinasi yang kuat dan saling melengkapi. Oleh karena itu, sinergi antarwilayah menjadi penting untuk menciptakan pola perjalanan wisata yang lebih terintegrasi, menarik, dan kompetitif.

“Kami melihat adanya peluang untuk mendorong paket wisata terpadu antarprovinsi, memanfaatkan konektivitas yang semakin baik, serta menyasar segmen pasar yang lebih spesifik, termasuk wisatawan minat khusus dan wisatawan berbasis komunitas,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pertemuan sesaat, tetapi juga dapat membuka ruang kerja sama yang berkelanjutan antara pelaku industri pariwisata Jawa Timur dan mitra pariwisata di Bali.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk kemitraan bisnis yang kuat, mendorong peluang transaksi, serta memperkuat jejaring pemasaran pariwisata Jawa Timur ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan Direct Promotion Pariwisata Jawa Timur di Bali 2026 turut memperkuat sinergi pariwisata antara Jawa Timur, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keterlibatan pelaku industri dari DIY menjadi bagian dari pengembangan pola perjalanan lintas provinsi yang saling melengkapi. Hal ini juga sejalan dengan semangat penguatan kerja sama antardaerah, termasuk tindak lanjut komunikasi strategis antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang salah satunya membahas penguatan kerja sama di bidang pariwisata.

Melalui pendekatan tersebut, Jawa Timur diharapkan dapat semakin menjadi bagian dari pilihan perjalanan wisata lintas daerah. Posisi Jawa Timur yang berdekatan dengan Bali dan DIY memberikan peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari rute perjalanan wisata yang lebih luas, baik untuk pasar wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Selain memperkuat jejaring industri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur juga mendorong pemanfaatan kanal informasi digital melalui TIC Digital Nusantara Jawa Timur. Kanal ini menjadi salah satu sarana pendukung promosi yang menyediakan informasi destinasi, event, serta referensi perjalanan wisata Jawa Timur secara lebih mudah diakses oleh wisatawan maupun pelaku industri.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kerja sama yang terbangun melalui kegiatan Direct Promotion Pariwisata Jawa Timur di Bali 2026 tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Peningkatan arus wisatawan diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti UMKM, desa wisata, pengrajin, seniman lokal, hingga sektor transportasi dan perhotelan di berbagai daerah Jawa Timur. Dengan semakin luasnya jejaring promosi, potensi pariwisata Jawa Timur diharapkan dapat semakin dikenal dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.