Jawa Timur Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran, Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Destinasi
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kesiapan destinasi wisata dalam menyambut momentum libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan kegiatan wisata di Jawa Timur dapat berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sebagai salah satu provinsi dengan pergerakan wisatawan tertinggi di Indonesia, Jawa Timur memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Hingga saat ini terdapat 1.543 Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, terdiri dari 602 wisata alam, 532 wisata buatan, serta 409 wisata budaya.
Berdasarkan data pergerakan wisatawan tahun 2025, Jawa Timur mencatat 217.197.652 pergerakan wisatawan, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata di berbagai destinasi unggulan di provinsi ini.
Pada momentum libur lebaran, sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur diperkirakan akan menjadi tujuan favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Beberapa destinasi wisata alam, taman rekreasi keluarga, hingga wisata kuliner di berbagai daerah biasanya mengalami peningkatan kunjungan selama periode libur panjang tersebut.
Di kawasan Malang Raya, misalnya, destinasi wisata alam seperti Pantai Balekambang, kawasan pegunungan di Coban Rondo, serta ruang publik seperti Alun-Alun Kota Malang kerap menjadi pilihan wisatawan. Selain itu, taman rekreasi keluarga seperti Taman Rekreasi Sengkaling, Taman Wisata Selecta, serta berbagai wahana wisata di kawasan Jatim Park juga diperkirakan akan ramai dikunjungi wisatawan.
Di wilayah lain, destinasi wisata alam seperti Telaga Sarangan di Magetan serta taman wisata tematik seperti Florawisata Santerra juga menjadi alternatif tujuan wisata keluarga. Sementara itu, kawasan pesisir seperti Marina Boom Banyuwangi turut menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke wilayah timur Jawa Timur.
Di kawasan perkotaan, destinasi rekreasi dan edukasi seperti Kebun Binatang Surabaya serta Taman Safari Indonesia II Prigen juga diperkirakan akan menjadi pilihan wisata keluarga selama libur Lebaran. Selain itu, wisata kuliner khas daerah seperti bakso, rujak cingur, hingga berbagai kuliner legendaris Jawa Timur juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang diminati masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menyampaikan bahwa momentum libur Lebaran merupakan salah satu periode penting bagi sektor pariwisata daerah.
“Libur Lebaran selalu menjadi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Jawa Timur memiliki banyak pilihan destinasi, mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga berbagai destinasi rekreasi keluarga yang tersebar di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan destinasi wisata menjadi faktor penting agar pengalaman berwisata tetap aman dan nyaman bagi pengunjung.
Dalam rangka mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 500.13.2/8480/118.5/2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Saat Libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
Melalui surat edaran tersebut, pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi wisata, serta pelaku usaha pariwisata diimbau untuk memastikan penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) pada destinasi wisata maupun usaha pariwisata seperti akomodasi, restoran, pusat oleh-oleh, dan penyelenggara kegiatan wisata.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti asosiasi pariwisata, rumah sakit, Palang Merah Indonesia, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga tim pencarian dan pertolongan guna mengantisipasi potensi kedaruratan selama periode libur Lebaran.
Pengelola destinasi wisata juga diimbau untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat, melakukan pemeriksaan keamanan fasilitas wisata secara berkala, serta menyediakan informasi yang jelas bagi wisatawan mengenai jam operasional maupun aturan yang berlaku selama masa liburan.
Selain itu, penyediaan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai, fasilitas kebersihan, serta tempat istirahat bagi pengemudi transportasi wisata juga menjadi perhatian guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Pelaku usaha pariwisata juga didorong untuk memperkuat kerja sama dengan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan produk maupun layanan bagi wisatawan, sehingga momentum libur Lebaran dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.
Selama periode libur Lebaran yang berlangsung pada 16 hingga 27 Maret 2026, seluruh pihak juga diimbau untuk memantau kondisi destinasi wisata secara berkala serta memperhatikan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun bencana alam.
Dengan kesiapan berbagai pihak, diharapkan momentum libur Lebaran tahun ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati beragam pesona wisata Jawa Timur dengan aman, nyaman, dan berkesan. Informasi lebih lanjut terkait destinasi dan layanan pariwisata dapat diakses melalui TIC Digital Nusantara Jawa Timur pada tautan bit.ly/TICdigitaljatim.
