Dashboard Statistik Kebudayaan, Pariwisata dan Ekraf Jawa Timur Klik Disini ya!

Hari Pariwisata Sedunia 2026: Ketika Teknologi Membawa Kita pada Cara Baru Menikmati Perjalanan

Pernah menemukan sebuah destinasi wisata hanya karena melihatnya di media sosial? Atau mungkin menyusun rencana perjalanan dengan bantuan mesin pencari dan kecerdasan buatan (AI)?

Hari ini, perjalanan wisata tidak lagi dimulai ketika kita tiba di sebuah destinasi. Perjalanan bahkan bisa dimulai jauh sebelumnya, ketika rasa penasaran muncul dari sebuah foto, video, ulasan, atau percakapan dengan teknologi digital.

Setiap 27 September, dunia memperingati Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day). Peringatan yang telah berlangsung sejak 1980 ini menjadi momentum untuk melihat kembali peran pariwisata dalam kehidupan masyarakat, mulai dari aspek sosial dan budaya hingga kontribusinya terhadap perekonomian.

Tahun 2026 membawa pembahasan tersebut ke arah yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengusung tema “Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”, Hari Pariwisata Sedunia tahun ini mengajak dunia melihat bagaimana teknologi digital dan kecerdasan buatan dapat mengubah cara pariwisata direncanakan, dikembangkan, dan dinikmati.

Saat ini, wisatawan dapat menemukan banyak hal hanya dengan beberapa ketukan di layar. Mulai dari mencari destinasi, menyusun rencana perjalanan, menemukan tempat makan/kuliner, menerjemahkan informasi, hingga mencari aktivitas yang sesuai dengan minat.

Bagi pelaku pariwisata, perkembangan teknologi juga membuka berbagai peluang. Data dan platform digital dapat membantu memahami kebutuhan wisatawan, memperluas jangkauan promosi, serta memperkenalkan destinasi dan produk ekonomi kreatif kepada khalayak yang lebih luas.

Namun, pariwisata tidak hanya berbicara tentang teknologi. Kemudahan-kemudahan tersebut tetap perlu berjalan bersama dengan pengalaman yang diberikan oleh destinasi itu sendiri. Sebuah algoritma mungkin dapat membantu wisatawan menemukan sebuah desa wisata. Namun, keramahan masyarakat setempatlah yang membuat kunjungan tersebut berkesan. Teknologi dapat menunjukkan sebuah pertunjukan seni di peta digital, tetapi para senimanlah yang menjaga cerita dan tradisi di balik pertunjukan tersebut tetap hidup.

Bagi Jawa Timur, perkembangan teknologi digital menjadi peluang untuk membawa lebih banyak cerita pariwisata kepada wisatawan. Jawa Timur memiliki beragam pengalaman yang dapat dijelajahi, mulai dari bentang alam pegunungan dan pesisir, kekayaan budaya dan seni pertunjukan, kuliner khas daerah, desa wisata, berbagai event, hingga subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh di tengah masyarakat.

Digitalisasi dapat menjadi jembatan agar kekayaan tersebut semakin mudah ditemukan. Salah satunya melalui TIC Digital Jawa Timur (klik: bit.ly/TICdigitaljatim) yang menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi untuk menyediakan informasi pariwisata bagi wisatawan.  Wisatawan yang awalnya hanya mencari tahu tentang satu destinasi dapat menemukan pengalaman lain di sekitarnya. Mereka dapat mengenal kuliner lokal, mencari informasi transportasi, menemukan agenda event, hingga mengetahui produk ekonomi kreatif yang dapat dibawa pulang sebagai bagian dari cerita perjalanan. 

Pada akhirnya, pariwisata bukan hanya tentang seberapa pintar teknologi yang kita gunakan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat membuat pariwisata semakin mudah diakses, aman, inklusif, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk menjadi bagian penting dari pengalaman berwisata.

Selamat Hari Pariwisata Sedunia 2026.